Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic
Jika kemarin tidak berakhir seperti yang kamu inginkan, ingatlah jika Tuhan ingin kemarinmu sempurna, Dia tidak perlu ciptakan hari ini
Image and video hosting by TinyPic

Library

gravatar

Seekor Ayam (Motivasi)

Andre bocah laki-laki berumur 12 Tahun sedang berkunjung pada saat lebaran ke rumah kakek dan neneknya di desa,nenek dan kakeknya memiliki pertanian yang cukup luas dan peternakan ayam.

Andre sangat gemar untuk bermain ketapel,dan dia memutuskan untk bermain ketapel di kebun neneknya. Dia memasang beberapa kaleng Plastik kemudian dia susun rapih dan dia mulai menembaki kaleng-kaleng tersebut, tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang ke rumah neneknya untuk makan malam. Perasaan jengkel dan lapar melanda dirinya.
Pada waktu pulang,dilihatnya ayam peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya ayam itu dikepala, matilah ayam itu.Dia terdiam dan sedih.
Dengan panik, disembunyikannya bangkai ayam didalam timbunan lubang sampah , dilihatnya ada kakak perempuannya yang melihat. Amel melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun. Setelah makan, nenek berkata, “Amel cuci piring.”
Tetapi Amel berkata,”nenek,andre berkata bahwa dia ingin membantu mencuci piring, bukankah demikian andre?”
Dan Amel berbisik, “Ingat kalau kamu tidak mau mendengar perintah kakak,aku laporkan bahwa kau telah membunuh ayam nenek”
Jadi Andre pun mencuci piring dengan keadaan terpaksa.
Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing silahkan ikut dengan kakek, dan nenek berkata,”Amel tinggal ya untuk membantu nenek di rumah untuk menyiapkan makanan”.
Tetapi Amel tersenyum dan berkata, “nek,Andre katanya ingin membantu nenek.”
Kembali dia berbisik, “Ingat jika kamu tidak mendengar perintahku ,kakak akan melaporkan pada nenek bahwa ayamnya telah mati?”
Jadi Amel pergi memancing dan Andre tinggal dirumah.
Setelah beberapa hari, akhirnya Andre tidak tahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh Ayam neneknya dan meminta ampun.
Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, “Sayangku, aku tahu.aku melihat engkau membunuh Ayam nenek dan menyembunyikan bangkainya di bawah timbunan sampah. Karena aku mencintaimu, aku memaafkanmu cucuku.
Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Amel memanfaatkanmu.”
Saya tidak tahu bagaimana masa lalumu,apa saja yang telah anda lakukan,Bagaimana hidup anda Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu.
Tuhan yang kita percayai selalu melihat kehidupan kita. Dan Dia melihat segala perbuatan kita yang baik maupun yang buruk.
Dan karena Dia mencintaimu, Dia selalu setia mengampunimu bila engkau memintanya.
Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga melupakan.
Sudahkah kita meminta maaf kepada orang-orang yang telah kita sakiti?
Kami keluarga besar Pancawiramegahtama mengucapkan
Minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir bathin

source :http://www.pancawiramegahtama.com/2011/08


Artikel Terkait:

Terima kasih telah mengunjungi windeartfly.co.cc Silakan tinggalkan komentar jika anda berkenan

Berkomentarlah dengan baik dan sopan demi kenyamanan bersama.

Image and video hosting by TinyPic

Klik Disini untuk melihat ke situs resmi SUZUKI

Temukan Artikel yang Ingin Anda Cari Disini

Language Translate

Komunitas

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic