Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic
Jika kemarin tidak berakhir seperti yang kamu inginkan, ingatlah jika Tuhan ingin kemarinmu sempurna, Dia tidak perlu ciptakan hari ini
Image and video hosting by TinyPic

Library

gravatar

Perkataan Baik vs Perkataan Buruk

   
Penulis : Liu Yung

Kuceritakan "HAL BARU" bagimu.....
Seorang suami sedang bermesraan dengan istrinya, sambil mengelus sang istri, ia memuji dengan bercanda : "Kulitmu sungguh lembut, tak selayaknya wanita yang berumur 40." Dengan tertawa, istri berkata : "Betul ! Belakangan ini setiap yang memegang tanganku mengatakan hal yang sama." [PLAK!] sebuah tamparan. Suami berteriak : "Berapa banyak orang yang memegangmu ? Katakan dengan sebenarnya !"
Sambil memegang wajahnya, istri berteriak dengan tangisan : "Semua orang memang mengatakan demikian ! Setiap nona yang melayani dalam Skin Center mengatakan demikian."


Ini adalah hal nyata, namun bagaimanapun kita lihat serasa suatu lelucon
bukan ?
Permasalahannya adalah, jika kau tinjau dengan teliti, maka akan kau temukan lelucon sejenis pada lingkungan sekitar kita. Hanya karena sebuah kalimat yang tidak diucapkan dengan benar, mengubah sebuah kegembiraan menjadi sebuah malapetaka, membuat hal yang segera akan menjadi baik berubah jadi buruk. [PERKATAAN] setiap orang dapat mengucapkannya, namun belum tentu setiap orang bisa berujar dengan benar.; jika ada masalah katakan baik-baik, namun belum tentu orang-orang mengatakan yang baik.
Alasan tidak mengucapkan kata-kata baik sungguh sederhana, ..... karena tidak berpikir lebih dalam.

CONTOH:
Seorang teman yang hendak membangun rumah perkakas dibelakang rumah barunya. Bahannya sudah jadi, tinggal dirangkai saja, dipergunakan untuk menyimpan mesin potong rumput, gergaji, cangkul dan alat lain yang
dipergunakan untuk membenahi kebun. Saat temanku sedang semangat-semangatnya membangun hingga separuh, tetangga sebelah berteriak : "Kau sembarangan membangun rumah, itu melanggar hukum."
Temanku gusar sekali, segera pergi bertanya ke badan yang berwenang dan mendapat jawaban bahwa bila bangunannya dalam lingkup N x N maka tidak melanggar hukum, kecuali lebih. Sekembalinya, ia mengukur rumah perkakas yang sedang dibangunnya, ternyata lebih sedikit, maka ia retur dan mengambil ukuran yang sesuai dengan ketentuan. Selesai rumah perkakas dibangun, ia ketempatku dan berkata : " Akan kuperolok tetanggaku itu, biar dia tahu kalau aku tak mudah digertak, aku sudah bertanya ke badan yang berwenang, bangunanku sesuai aturan, silahkan kalau ia hendak lapor / tuntut!" "Untuk apa kau mengatakan demikian ?" Kunasehati dia, " Gantilah caranya, sampaikan padanya : sungguh berterima-kasih padamu, untung kau ingatkan aku, jika tidak maka bangunanku kelebihan ukuran sedikit, dan akan dirobohkan karena melanggar aturan, maka sia-sia usahaku. Dengan demikian bukankah secara tak langsung sudah kau sampaikan
kalau kau sudah bertanya ke badan berwenang dan sekarang bangunanmu memenuhi syarat ?" Setelah berpikir, temanku merasa benar adanya, ia terapkan. Akhirnya bukan hanya tidak menambah musuh, malah menjadi teman baik.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

SEBUAH CERITA LAGI :
Seseorang bertengkar dengan istrinya gara-gara hal yg sepele, hendak bercerai, penyebabnya bukan karena hal buruk malahan adalah karena hal baik.
Suatu hari, istrinya membeli seekor ikan yang segar dan sengaja telepon ke kantor sang suami : " saat kau meninggalkan kantor, teleponlah ke rumah, aku segera men-tim ikan ini, jangan lebih atau kurang satu menit sekalipun. " Sang istri merencanakan dengan baik sekali, suami keluar kantor, ia tim ikan, suami masuk rumah, masakan pas siap dihidangkan. Justru saat suami selesai menelepon, tiba-tiba mendapat kunjungan customer, waktu tertunda 20 menit. Selesai mengantar customer keluar, [Celaka!] pikir suami, segera ia telepon
ke rumah, " maaf, tiba-tiba ada urusan, sekarang baru akan jalan." Mendengar itu, istri meloncat : " Apa ? Kau masih di kantor ? Apakah kau tidak tahu kalau ikan tim kalau sudah dingin tidak enak ? Tahukah kau
berapa harga ikan segar ini ?" Suami tak banyak bantah, terburu-buru bawa mobil pulang, sambil jalan sambil pikir dan gelisah, ditambah sudah malam, lapar, maag sakit, di jalan hampir menabrak orang.
Masuk rumah, dengan nada buruk mengatakan : " Ikan kalau sudah dingin ya biarlah dingin ! Dipanaskan lagi kan sudah beres !" Dengan masih marah istri menjawab : " Kau tidak bernasib makan ikan segar,
lain kali makan yang dingin saja !"
Tentu saja kedua orang itu [BERANTEM], saling tarik suara, membuat anak nangis ketakutan, ikan segar masih diatas meja, tak seorangpun yang menyentuh, malah hampir bercerai.
Menurutmu, apakah mereka pintar berbicara ?
Jika sang istri bisa berbicara dengan sudut pandang lain : "Jangan kuatir !
Jangan kuatir ! ikan kalau sudah dingin, masukkan ke microwave satu menit saja sudah jadi, hati-hati mengemudi, kami tunggu engkau."

Bisa bicara dan tidak bisa berbicara, kadang hanya dalam sekilas pikiran.
Dalam sekilas waktu, jika ia mengerti untuk menahan diri, mengerti untuk mundur selangkah dan berpikir, pikirkan perkataan yang buruk bagaimana diucapkan dengan baik, perkataan yang kasar bagaimana diucapkan dengan lembut, maka yang timbul adalah Happy Ending. Sekejap waktu tersebut, tanpa berpikir panjang jika ia melepaskan kata-katanya, maka sebaliknya yang timbul adalah Sad Ending. Walau banyak yang mengatakan kalau bahasaku bagus, namun aku tak berpikir demikian, malah menganggap ketika masih muda sering mengucapkan perkataan yang salah. Hingga saat ini, setiap malam aku tetap memikir ulang perkataan yang telah aku ucapkan hari ini, direview, adakah yang tak pantas, atau [ADA CARA
PENYAMPAIAN YANG LEBIH BAIK LAGI].
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Oleh karena itu, contoh-contoh yang aku sampaikan dalam buku ini adalah hal-hal yang paling nyata, hal-hal sepele yang terjadi dalam lingkup hidup kita. Dan melalui hal-hal sepele tersebut, sering kali bisa belajar hal-hal yang besar / bijak ; melalui perkataan-perkataan yang sederhana tersebut, sering dapat menyentuh relung hati terdalam.

Menulis surat sungguh suatu kegembiraan......
Menerima surat adalah suatu kebahagiaan......
Setiap surat yang dikirim..............................
Melambangkan penyampaian setiap ikatan......
Memegang erat ikatan tersebut......................

Be inspired...

dikutip dari (Liu Yung)

Artikel Terkait:

Terima kasih telah mengunjungi windeartfly.co.cc Silakan tinggalkan komentar jika anda berkenan

Berkomentarlah dengan baik dan sopan demi kenyamanan bersama.

Image and video hosting by TinyPic

Klik Disini untuk melihat ke situs resmi SUZUKI

Temukan Artikel yang Ingin Anda Cari Disini

Language Translate

Komunitas

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic