Menyiapkan Hidangan Sehat dan Segar Saat Berbuka Puasa
Salah satu kegiatan yang paling ditunggu saat sedang menjalankan ibadah puasa adalah waktu berbuka. Tentu kegiatan berbuka akan semakin menyenangkan jika dilakukan dengan menikmati hidangan yang segar dan sehat. Hal ini pastinya menjadi perhatian tersendiri bagi Anda. Anda perlu betul-betul menyiapkan hidangan berbuka puasa yang sehat bagi keluarga, meskipun Anda tentu juga merasa lelah sehabis bekerja.
Saat berpuasa, tubuh kita banyak kehilangan glukosa. Padahal, glukosa sangat penting bagi penyediaan energi tubuh. Oleh karena itu, saat berbuka puasa sebaiknya diawali dengan makanan atau minuman yang manis. Sebagai permulaan, sebaiknya dimulai dengan minuman manis yang hangat serta mudah dicerna. Misalnya saja, berbuka bisa diawali dengan sirup atau teh manis hangat dan makanan ringan seperti kurma atau sale pisang. Dengan makan makanan dan minuman manis di awal berbuka puasa, maka akan membantu menormalkan gula darah dalam tubuh. Tubuh pun akan terasa kembali berenergi.
Buah kurma yang memang terkenal sebagai makanan berbuka puasa, ternyata tidak hanya mampu membantu kembali menormalkan kadar gula darah, setelah seharian berpuasa. Buah kurma juga mengandung kalori yang tinggi dan mudah dicerna oleh tubuh. Oleh karena itulah, kurma memang sangat pas dikonsumsi saat berbuka puasa. Tidak hanya itu, buah kurma ternyata mampu menurunkan resiko serangan stroke karena memiliki kandungan kalium yang tinggi.
Ada beberapa keluarga yang memiliki tradisi membuat kolak untuk berbuka. Ini adalah tradisi yang baik karena kolak mengandung gula yang tinggi. Kadar gula yang tinggi dalam kolak dapat membantu menormalkan kadar gula dalam darah. Selain itu, kolak biasanya diisi dengan pisang atau kolang-kaling. Kedua buah ini memiliki nilai gizi yang sangat baik bagi tubuh.
Yang harus diingat saat minum minuman manis saat berbuka puasa adalah jangan mencampur minuman dengan es! Es dapat menahan rasa lapar, sehingga nanti Anda sekeluarga tidak mampu lebih banyak makan makanan yang lebih bergizi. Ini tentu akan merugikan tubuh karena kekurangan asupan gizi.
Setelah menikmati hidangan pembuka saat berbuka puasa, jangan langsung menyantap makanan berat. Setelah tubuh kembali segar, sebaiknya langsung melakukan ibadah shalat maghrib. Kira-kira setelah lewat setengah jam, barulah perut diisi dengan makanan lengkap, yaitu nasi dan lauk pauknya. Tapi harus diingat, jangan makan terlalu kenyang. Secukupnya saja. Jika terlalu kenyang, tentu akan mengganggu Anda sekeluarga saat melaksanakan ibadah shalat tarawih. Setelah shalat tarawih, jika memang masih memungkinkan, Anda bisa makan makanan yang masih tersedia.
Untuk menyiapkan hidangan berbuka, sebaiknya Anda menyiapkannya 2 jam sebelum waktu berbuka puasa tiba. Ini dilakukan agar makanan yang Anda siapkan tetap segar. Bila Anda ingin menyajikan tumis, masaklah tumis sedekat mungkin dengan waktu berbuka, agar warna sayuran tidak berubah. Tapi jika Anda ingin ingin makanan kering seperti sambal goreng kering, jangan lupa untuk membiarkan uapnya hilang dan makanan menjadi dingin. Setelah dingin, barulah sambal goreng kering itu dimasukkan dalam stoples bersih dan tutup rapat agar tetap renyah.
Makanan yang dikonsumsi pun harus memenuhi kriteria sehat. Jangan meninggalkan nilai-nilai gizi hanya karena sudah menginginkan makanan enak sejak tadi siang. Yang penting, makanan yang dikonsumsi saat berbuka harus dilengkapi dengan zat-zat gizi yang diperlukan tubuh.
Oleh karena itu, jangan lupa lengkapi hidangan berbuka keluarga Anda dengan sayur-sayuran yang kaya serat. Serat sangat diperlukan untuk proses pencernaan tubuh yang baik. Secara bergantian, sajikan berbagai jenis kacang-kacangan yang kaya protein, dan tentu saja buah-buahan. Juga jangan lupakan air. Setelah seharian berpuasa, tentu tubuh akan kehilangan cairan dalam jumlah besar. Kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan dehidrasi dan itu sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, jangan lupa ajak keluarga Anda untuk banyak minum air putih dari waktu berbuka hingga akan tidur tiba agar tubuh tidak sampai kekurangan cairan.
source : http://navitasari.multiply.com/reviews/item/23
Saat berpuasa, tubuh kita banyak kehilangan glukosa. Padahal, glukosa sangat penting bagi penyediaan energi tubuh. Oleh karena itu, saat berbuka puasa sebaiknya diawali dengan makanan atau minuman yang manis. Sebagai permulaan, sebaiknya dimulai dengan minuman manis yang hangat serta mudah dicerna. Misalnya saja, berbuka bisa diawali dengan sirup atau teh manis hangat dan makanan ringan seperti kurma atau sale pisang. Dengan makan makanan dan minuman manis di awal berbuka puasa, maka akan membantu menormalkan gula darah dalam tubuh. Tubuh pun akan terasa kembali berenergi.
Buah kurma yang memang terkenal sebagai makanan berbuka puasa, ternyata tidak hanya mampu membantu kembali menormalkan kadar gula darah, setelah seharian berpuasa. Buah kurma juga mengandung kalori yang tinggi dan mudah dicerna oleh tubuh. Oleh karena itulah, kurma memang sangat pas dikonsumsi saat berbuka puasa. Tidak hanya itu, buah kurma ternyata mampu menurunkan resiko serangan stroke karena memiliki kandungan kalium yang tinggi.
Ada beberapa keluarga yang memiliki tradisi membuat kolak untuk berbuka. Ini adalah tradisi yang baik karena kolak mengandung gula yang tinggi. Kadar gula yang tinggi dalam kolak dapat membantu menormalkan kadar gula dalam darah. Selain itu, kolak biasanya diisi dengan pisang atau kolang-kaling. Kedua buah ini memiliki nilai gizi yang sangat baik bagi tubuh.
Yang harus diingat saat minum minuman manis saat berbuka puasa adalah jangan mencampur minuman dengan es! Es dapat menahan rasa lapar, sehingga nanti Anda sekeluarga tidak mampu lebih banyak makan makanan yang lebih bergizi. Ini tentu akan merugikan tubuh karena kekurangan asupan gizi.
Setelah menikmati hidangan pembuka saat berbuka puasa, jangan langsung menyantap makanan berat. Setelah tubuh kembali segar, sebaiknya langsung melakukan ibadah shalat maghrib. Kira-kira setelah lewat setengah jam, barulah perut diisi dengan makanan lengkap, yaitu nasi dan lauk pauknya. Tapi harus diingat, jangan makan terlalu kenyang. Secukupnya saja. Jika terlalu kenyang, tentu akan mengganggu Anda sekeluarga saat melaksanakan ibadah shalat tarawih. Setelah shalat tarawih, jika memang masih memungkinkan, Anda bisa makan makanan yang masih tersedia.
Untuk menyiapkan hidangan berbuka, sebaiknya Anda menyiapkannya 2 jam sebelum waktu berbuka puasa tiba. Ini dilakukan agar makanan yang Anda siapkan tetap segar. Bila Anda ingin menyajikan tumis, masaklah tumis sedekat mungkin dengan waktu berbuka, agar warna sayuran tidak berubah. Tapi jika Anda ingin ingin makanan kering seperti sambal goreng kering, jangan lupa untuk membiarkan uapnya hilang dan makanan menjadi dingin. Setelah dingin, barulah sambal goreng kering itu dimasukkan dalam stoples bersih dan tutup rapat agar tetap renyah.
Makanan yang dikonsumsi pun harus memenuhi kriteria sehat. Jangan meninggalkan nilai-nilai gizi hanya karena sudah menginginkan makanan enak sejak tadi siang. Yang penting, makanan yang dikonsumsi saat berbuka harus dilengkapi dengan zat-zat gizi yang diperlukan tubuh.
Oleh karena itu, jangan lupa lengkapi hidangan berbuka keluarga Anda dengan sayur-sayuran yang kaya serat. Serat sangat diperlukan untuk proses pencernaan tubuh yang baik. Secara bergantian, sajikan berbagai jenis kacang-kacangan yang kaya protein, dan tentu saja buah-buahan. Juga jangan lupakan air. Setelah seharian berpuasa, tentu tubuh akan kehilangan cairan dalam jumlah besar. Kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan dehidrasi dan itu sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, jangan lupa ajak keluarga Anda untuk banyak minum air putih dari waktu berbuka hingga akan tidur tiba agar tubuh tidak sampai kekurangan cairan.
source : http://navitasari.multiply.com/reviews/item/23
Terima kasih telah mengunjungi windeartfly.co.cc Silakan tinggalkan komentar jika anda berkenan
Berkomentarlah dengan baik dan sopan demi kenyamanan bersama.